Selasa, 12 November 2013

4 PEMUDA DAN SOSIALISASI

Diposting oleh Riri Kurniasari di 09.56 0 komentar



Rabu, 30 Oktober 2013

3 INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

Diposting oleh Riri Kurniasari di 05.15 0 komentar








Makalah Urbanisasi Pasca Lebaran

Diposting oleh Riri Kurniasari di 04.08 0 komentar

Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

Urbanisasi Pasca Lebaran

 


Kelas  :  1-KA28

Tanggal Penyerahan Makalah : 29 Oktober 2013
Tanggal Upload Makalah  :  30 Oktober 2013



 

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.



P e n y u s u n



N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
12109064
Rizki Kurniasari







Program Sarjana Sistem Informasi


UNIVERSITAS GUNADARMA



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kasih-Nya sehingga karya ilmiah ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini penulis susun untuk tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) yang akan diserahkan tanggal 29 Oktober 2013.
Makalah ini dapat kami kami susun berkat bantuan dan kerja sama yang baik antara berbagai pihak. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kalau kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.    Yth. Bapak M. Burhan Amin, selaku dosen Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) sekaligus pembimbing dalam penulisan makalah ini. Berkat petunjuk dan bimbingan beliau, segala kesulitan penulis dapat diatasi;
2.     Yang tercinta kedua Orangtua yangs selalu memberikan dukungan moral maupun moril dalam membuat makalah ini.
3.     Teman -  teman 1ka28 yang ikut berpartisipasi.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun akan penulis terima dengan tangan terbuka.

Bekasi, 29 Oktober 2013

                                                                                                                 Rizki Kurniasari

 i

 Daftar Isi
KATA PENGANTAR                                                                                                                              i
DAFTAR ISI                                                                                                                                           ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG URBANISASI                                                                               1
1.2. TUJUAN URBANISASI                                                                                                   2
1.3. SASARAN URBANISASI                                                                                                3
BAB II PERMASALAHAN
2.1. KEKUATAN URBANISASI                                                                                             4
2.2. KELEMAHAN URBANISASI                                                                                         5
2.3. PELUANG URBANISASI                                                                                                5
2.4. TANTANGAN URBANISASI                                                                                          6
BAB III PENUTUP
3.1. KESIMPULAN                                                                                                                  7
3.2. REKOMENDASI                                                                                                               7
ii


 BAB I
PENDAHULUAN
  1. Pengertian Urbanisasi 
Urbanisasi merupakan suatu topik yang pengertianya berkaitan dengan derasnya arus balik Lebaran. Peningkatan jumlah penduduk, terutama pasca Lebaran, di kota-kota besar seperti Jakarta, menjadi problema yang belum terpecahkan. Pertambahan penduduk itu berasal dari arus urbanisasi sejumlah daerah melalui arus balik Lebaran. Arus urnbanisasi tidak dapat dihindari oleh kota – kota besar.urbanisasi merupakan masalah persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota yang akan menimbulkan permasalahannya. Maka dari itu , sebagian besar dari mereka datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, baik di kantor maupun di sektor informal, seperti pedagang dan pembantu rumah tangga. Sebenarnya apa yang memaksa masyarakat urban itu berbondong-bondong ke kota? Padahal cerita soal kegagalan masyarakat urban mengais rejeki di kota besar jauh lebih banyak dibanding cerita sukses masyarakat urban. Maka dari banyaknya terjadi urbanisasi .Tak henti-hentinya media cetak dan elektronik menayangkan betapa kejamnya kota besar. Jumlah pengangguran kota besar yang kian membengkak, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan sebagainya adalah sekilas gambaran kehidupan kota besar. Persoalan yang ditakutkan pemerintah kota terhadap para urban pasca lebaran, bukanlah persoalan bertambahnya jumlah penduduk kota.Tapi yang dikhawatirkan adalah kalau mereka yang berbondong ke kota itu hanya berbekal semangat, tanpa bekal keterampilan atau kecakapan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup di kota.





1.1         LATAR BELAKANG
Menurut Friedmann dan Wolff, 1982 dalam Mardiansjah, 2007a, urbanisasi merupakan suatu proses transformasi yang meliputi perpaduan dari banyak proses, di antara lain proses fisik, ekonomi, sosial, politik, budaya di wilayah pedesaan atau kota kecil menjadi suatu wilayah perkotaan. Berdasarkan pendapat di atas dan paparan hasil penelitian Firman dibawah ini bahwa pertumbuhan perkotaan tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja tetapi kota-kota kecil pun mengalaminya walaupun dalam skala yang relatif kecil.

Munculnya beberapa aglomerasi perkotaan pada Kabupaten Tegal berimplikasi pada perlunya penguatan penyediaan infrastruktur dan fasilitas pelayanan perkotaan. Kebutuhan penyediaan infrastruktur dan fasilitas pelayanan perkotaan tersebut merupakan salah satu implikasi dari peningkatan jumlah penduduk di setiap aglomerasi perkotaan yang ada. Banyak masyarakat yang melakukan urbanisasi karena untuk mencari pekerjaan yang layak baginya . Tapi, terkadang jika orang melakukan urbanisasi malah akan mendapat suatu musibah yang menimpanya. Konsep pembangunan kota yang berkelanjutan, salah satunya menghendaki adanya pereduksian kegiatan transportasi.
Pada satu sisi kegiatan transportasi berpeluang mengurangi tingkat konsumsi energi, terutama apabila dikaitkan dengan kondisi dan ketersediaan teknologi transportasi pada saat ini maka hal ini dapat dipandang sebagai pengurangan konsumsi energi fosil yang merupakan sumber daya yang takterbaharukan. Pada sisi lain, pereduksian transportasi juga berpeluang mengurangi terjadinya emisi karbon dari kegiatan transportasi yang merupakan salah satu faktor utama terhadap terjadinya fenomena pemanasan global. Dari sudut pandang kerangka pembangunan wilayah dan kota berkelanjutan dimana konsep tersebut menghendaki dilakukannya kontribusi dari setiap lokalitas yang ada di dunia untuk melakukan tindakan-tindakan yang berkontribusi pada keberlanjutan dunia Jumlah penduduk, komposisi umur, dan laju pertambahan atau penurunan penduduk dipengaruhi oleh fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian), dan migrasi (perpindahan tempat) karena ketiga variabel tersebut merupakan komponen–komponen yang berpengaruhterhadap perubahan penduduk. Jumlah penduduk masih cukup tinggi.
Ada banyak faktor yang mendorong terjadinya urbanisasi. Salah satu di antaranya adalah karena tidak diberdayakannya lahan-lahan pertanian yang ada di desa secara maksimal dan menyeluruh. Indonesia merupakan negara agraris yang mana 60 persen penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Potensi pertanian di daerah seperti padi, singkong, jagung dan kedelai serta umbi-umbi lainnya begitu luar biasa. Selain itu roda perekonomian akan bergerak sehingga dapat memberdayakan perekonomian masyarakat perdesaan. Mereka yang tidak memiliki keterampilan, tentunya akan kalah bersaing untuk mendapatkan lapangan kerja diperkotaan. Dan pada akhirnya akan menambah jumlah pengangguran diperkotaan yang menumbuhkan potensi kerawanan keamanan. Tuntutan kebutuhan hidup yang mesti dipenuhi, membuat orang bisa gelap mata untuk kemudian tergoda melakukan perbuatan kriminal

1

Pencopetan, penodongan atau perampokan banyak terjadi karena dorongan kebutuhan ekonomi. Dibutuhkan partisipasi dan kerja sama dari seluruh elemen mulai dari lembaga pemerintah dan nonpemerintah, para ahli di bidang pertanian, lembaga masyarakat hingga seluruh pihak yang terkait.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong, revitalisasi pertanian akan terwujud sehingga laju urbanisasi bisa ditekan dan bukan mustahil beberapa tahun ke depan penduduk yang ada di desa justru enggan berurbanisasi karena mereka telah mendapatkannya di kampung halaman tanpa harus merantau ke kota.


1.2         Tujuan Urbanisasi 
Tersedianya lapangan pekerjaan yang lebih luas juga menjadi daya tarik seseorang melakukan urbanisasi dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga dapat meningkatkan tingkat perekonomian keluarganya.sedangkan dipedasaan lapangan pekerjaannya sangat terbatas dan kalaupun ada penghasilan yang diperoleh bekerja didesa tidak sebesar dengan penghasilan kalau bekerja di kota. Jika dilihat dari sisi ekonomi, orang lebih memilih urbanisasi karena tidak dapat di pungkiri, bahwa peluang mendapat pekerjaan di kota relative lebih tinggi dibandingkan di desa. Selain itu bsa di lihat dari banyaknya pusat-pusat produksi atau kawasan industri di kota. Selain untuk meningkatkan taraf hidup, bagi mereka yangmelakukan urbanisasi juga bias belajar gaya hidup di perkotaan, tetapi harus hati-hati dengan pergaulan yang ada di masyarakat kota. Karena sangat berbeda gaya hidup di kota dengan di desa. 
Banyak faktor yang menyebabkan mengapa urbanisasi begitu tinggi hingga tak terkontrol. Salah satunya adalah dari peninggalan kebijakan jaman orde baru yang masih menyisakan masalah hingga dewasa ini. Karma banyak hal-hal yang menarik , dan banyak kegiatan yang bias dilakukan di perkotaan, bahkan bias menguntungan diri sendiri, tetapi kita juga harus bias mengontrol jiwa kita, jika kita hidup di perkotaan. Karena tidak segampang hidup di pedesaan. Hidup di perkotaan jika tidak ada usaha dari diri sendiri untuk melakukan kegiatan yang menguntungkan, akan terjadi sebaliknya.Mencari pekerjaan yang layak dikota untuk mendapatkan materi juga sebaga sarana menerapkan ilmu yang telah didapat dibangku sekolah maupun kuliah. Kota –kota besar merupakan kota tujuan arus urbanisasi, hal ini bisa kita pahami

2

 karena kota merupakan pusat pemerintahan,pusat industri, pusat perdagangan baik barang maupun jasa.sasaran seseorang melakukan urbanisasi adalah untuk mengisi kekurangan tenaga kerja terutama disektor industri.karena industri merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja.


1.3         SASARAN
Pasti kalian sudah pada tau pengertian urbansasi , yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. Kenapa demikian ? karena para urbanisasi ingin mendapat kehidupan yang layak dari sebelumnya. Tempat yang sering di datangi para urbanisasi yaitu di kotakota yang besar , karena lebih mudah mendapat pekerjaan . tetapi selain itu , juga harus ada usaha dari diri sendiri, karena kesengan pribadi tidak akan munvul dengan sendirinya. Daerah perkotaan yang besar, selain itu juga terdapat kawasan2 industri, yang sering di datangi oleh para urbanisasi. Tersedianya lapangan pekerjaan yang lebih luas juga menjadi daya tarik seseorang melakukan urbanisasi dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga dapat meningkatkan tingkat perekonomian keluarganya.sedangkan dipedasaan lapangan pekerjaannya sangat terbatas dan kalaupun ada pengahasilan yang diperoleh bekerja didesa tidak sebesear dengan penghasilan kalau bekerja di kota. Hal ini bisa kita lihat lewat kehidupan pedesaan yang rata–rata bergerak disektor agraris yang tidak banyak membutuhkan tenaga kerja untuk melakukan proses produksinya. Impian untuk menjadi orang sukses juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang melakukan urbanisasi, karena perkotaanlah yang memberikan peluang cukup besar untuk mewujudkan impiannya itu. Biasanya seseorang yang telah menyelesaikan sekolah atau kuliahnya yang mereka pikirkan adalah mencari pekerjaan yang layak dikota untuk mendapatkan materi juga sebaga sarana menerapkan ilmu yang telah didapat dibangku sekolah maupun kuliah.

3

BAB II
PERMASALAHAN
II. Analisis SWOT
Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Karena itu, untuk mempermudah penjelasan pada urbanisasi pasca lebaran ,analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi. Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu : 
  1.  S = Strength (kekuatan), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau materi yang sekarang ini yaitu urbansasi pasca lebaran.
  2. W = Weakness (kelemahan),adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
  3.  O = Opportunity (kesempatan), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan.
  4.  T =Threat (ancaman), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.

2.1   KEKUATAN URBANISASI ( Strength )
Seperti yang kita ketahui , urbanisasi untuk meningkatkan taraf kehidupan seseorang. Tetapi selain itu banyak hal yang positif dari urbanisasi biasanya masyarakat yang hidup di perkotaan, cara berfikirnya lebih luas dibandingkan masyarakat yang hidup di pedesaan. Dalam konteks yang lebih luas, urbanisasi berpengaruh besar bagi dunia industri, dengan banyaknya kaum urban yang secara berbondong-bondong datang ke kota, tentu pihak-pihak industri tidak perlu lagi bersusah payah mencari sumber daya manusia untuk mengisi sebagai tenaga kerja 

4 

pada industri mereka. Apalagi jika mereka sebelumnya telah memiliki keterampilan yang cukup, tentu hal tersebut menjadi suatu modal barharga bagi dunia industri. Urbanisaasi membawa dampak positif apabia penduduk yang melakukan urbanisai mempunyai skill yang sesuei dengan kriteria untuk mengisi kekosongan tenaga kerja dari industri dan lembaga lainya.hal ini akan menciptakan sebuah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara pengusah atau lembaga dengan tenaga kerjanya Paradigma sentralisasi pemerintahan dan pembangunan ekonomi terpusat adalah hal yang menjadi faktor pendorong terjadinya urbanisasi dengan konsentrasi migrasi yang tidak sehat. Daerah kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.

2.2   Kelemahan ( weakness )

 Urbanisasi, selain ada kentungan namun ada juga kerugianya ataupu kelemahannya dari urbanisasi . Banyak penduduk yang melakukan urbanisasi tidak memiliki skill,sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri atau lembaga yang ada. hal ini tentunya akan menimbulkan peningkatnya angka penganggura dikota dan hal ini tentunya akan memicu naiknyaAlih-alih kemajuan yang didapatkan dari urbanisasi, justru urbanisasi malah jadi biang kerok berbagai permasalahan pelik kota. Kemiskinan, pengangguran, pemukiman kumuh, banyaknya gepeng (gelandangan dan pengemis), tingkat kriminalitas tinggi adalah sebagian contoh akibat langsung maupun tidak langsung dari urbanisasi tingkat angka kemiskinan diperkotaan. Maka dari itu , jika melakukan urbanisasi , selain harus mempunyai skill juga harus mempunyai usaha yang besar dan niat . karena hidup di perkotaan yang besar tidaklah mudah. Hal tersebut tidak di pikirkan oleh para masyarakat yang melakukan urbanisasi,jelas kita lihat di jalanan/lampu merah banyak orang mengemis dari anak kecil sampai orang tua kita tidak berbuat apa apa karena itu sudah resiko atau pilihan mereka. Sebelum melakukan urbanisasi , terlebih dahulu harus dipikirkan yang mantap , agar percaya diri dan tidak ada keraguan .

2.3  Peluang ( Opportunity )
Peluang dari urbanisasi yaitu sangat banyak , mungkin tidak bias di jabarkan semua . Seperti yang kita bahas dari tadi , para urban bias mendapatkan pekerjaan yang layak dan mendapatkan gaji yang cukup untuk kebutuhannya sehari2, juga dapat

5

 berfikir dengan luas. Karena urbanisasi dapat meningkatkan taraf kehidupan seseorang . banyak perkotaan besar yang terdapat kawasan-kawasan industri, oleh karena itu dimungkinkan tidak ada pengangguran. Kota selain sebagai pusat pemerintahan juga merupakan pusat kegiatan perekonomoian,banyak peluang – peluang yang ada disana mulai dari lapangan kerja yang luas,peluang untuk melakukan kegiatan perdagangan,peluang untuk melakukan kegiatan usaha dll.tergantung dari penduduk yang melakukan urbanisasi bisa melihat dan memanfaatkan peluang – peluang tersebut.

2.4  Tantangan / Hambatan ( Threats )
Jika para urban ingin mencari pekerjaan, itu harus memiliki skill yang kuat . karena persaingan di perkotaan besar itu sangat sulit . banyak masyarakat kota yang pinter. Jadi, masyarakat urabanharus memiliki niat dan usaha yang besar untuk bersaing dan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak untuknya juga dapat memenuhi kebuhannya sehari-hari. contoh : di industri-industri masih ada pabrik-pabrik yang merekrut pekerjanya selalu mengutamakan penduduk aslinya dibanding pendatang.

 6


BAB 3
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Urbanisasi merupakan proses yang tidak dapat dihindari lagi. Dengan adanya urbaniasi banyak orang ingin memperbaiki keadaan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup mereka. Banyak kota-kota besar yang menjadi tujuan urbanisasi karena kota-kota besar tersebut memiliki lapangan pekerjaan yang luas. Walaupun begitu, banyak dari mereka yang melakukan urbanisasi hanya sekedar ingin merubah nasib tanpa kesiapan yang matang. Tradisi itu tidak semakin berkurang tapi malah semakin bertambah, dan itu menjadi perkara yang serius bagi pemerintah daerah untuk mengatur urbanisasi dan pertumbuhan penduduknya.

3.2  REKOMENDASI
Karena semakin banyaknya orang atau penduduk yang melakukan urbanisasi membuat kini urbanisasi menjadi sulit untuk dikontrol. Karena urbanisasi tidak dapat dihindari lagi, maka sebagai solusi sebaiknya pemerintah melakukan penangan yang lebih serius dengan cara pengalihan tempat tujuan urbanisasi.
·         Membuka lapangan pekerjaan didaerah-daerah khususnya pedesaan.
·         Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana di derah pedesaan.
·         Menyetaran kota-kota lain dengan kota-kota besar yang telah bekembang agar kota yang telah berkembang tidak semakin padat.
·         Sosialisasi kepada masyarakat tentang lapangan pekerjaan lebih ditingkatkan lagi agar tidak ada lagi orang yang melakukan urbanisasi tanpa mempunyai kemampuan yang memedai.
Mungkin bila hal tersebut dapat diwujudkan, maka urbanisasi penduduk akan lebih bisa dikendalikan dan kegiatan perekonomian akan lebih merata pada setiap daerah.

 7


REFERENSI :


1. http://premasai.wordpress.com/2007/10/23/urbanisasi-pasca-lebaran/

2.http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&jd=Urbanisasi+Pasca+Lebaran&dn=20100929060736

3. http://www.sripoku.com/view/46623/urbanisasi_dan_lebaran

4. http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=58489

5. http://eprints.undip.ac.id/5186/1/

6. http://kampus.okezone.com/read/2010/09/25/367/375961/revitalisasi-sektor-pertanian 

Kamis, 24 Oktober 2013

Tugas Softskills Ilmu Sosial Dasar

Diposting oleh Riri Kurniasari di 11.29 0 komentar





Nama: Rizki Kurnia Sari
Kelas: 1KA28
NPM: 12109064

Senin, 21 Oktober 2013

SOFTSKILL ILMU SOSIAL DASAR

Diposting oleh Riri Kurniasari di 06.50 0 komentar



Nama: Rizki Kurnia Sari
Kelas: 1KA28
NPM: 12109064

Minggu, 13 Oktober 2013

Etika Dalam Sosial Media

Diposting oleh Riri Kurniasari di 00.44 0 komentar
     Saat ini pertumbuhan media sosial di Indonesia sangat pesat. Sebagian besar anak muda kita, terutama yang tinggal di kota besar, aktif menggunakan internet untuk berkomunikasi, beraktivitas hingga update informasi.  Salah satu medium yang berkembang pesat adalah media sosial seperti Facebook, Twitter, blog dan lain-lainnya. Saya percaya keberadaan media sosial di era new media ini akan memberikan banyak manfaat. Selain mendapat informasi secara cepat,  beragam juga langsung  dari sumber pertama.  Siapa saja dan kapan saja bisa berbicara bebas. Kita bisa berdiskusi atau ngobrol-ngobrol dengan orang yang tidak kita kenal. Di sinilah bagusnya new media, walau tidak saling kenal kita bisa berdiskusi secara baik di dalamnya.
     Meski bebas berinteraksi di media sosial,  kadang kita melupakan etika. Kita seyogyanya tetap menjaga sopan santun, menjaga kesopanan saat berinteraksi di sana. Internet memberikan kebebasan, namun jangan sampai kebebasan itu kita salahgunakan.  Kebebasan yang kita dapat jangan digunakan untuk menyebar fitnah, kebohongan, atau hal lain yang merugikan pihak lain. Berselancar di media sosial, juga harus dijaga sopan santun  agar kita mendapat simpati, dipercaya, serta menjadi acuan masyarakat. Banyak pihak yang tidak mengindahkan hal itu. Misalnya menyalah gunakan media sosial seperti facebook untuk hal-hal yang negatif. Kasus terbaru adalah lomba kartun nabi. Tentu hal ini dikatakan pembuatnya bentuk kebebasan, namun hal itu menyakiti orang lain.
     Selain itu juga marak penipuan dengan melibatkan media sosial ini. Ada yang menipu lewat YM, Facebook, dan sebagainya. Internet adalah dunia terbuka, siapa saja bisa masuk ke dalamnya dan berbuat apa saja. Karena itu diperlukan filter. Selain undang-undang, filternya tentu dari diri kita sendiri. Dengan menerapkan etika kita bisa membuat dunia maya semakin aman dan nyaman bagi kita. Kemajuan teknologi tampaknya akan selalu diikuti dengan berbagai ekses negatif, salah satunya adalah teknologi komputer berbasis internet yang dilengkapi dengan berbagai situs jejaring sosial, seperti friendster, myspace, facebook dan twitter. Banyak sudah kasus yang terjadi sejak facebook dan twitter menjadi trend di kalangan masyarakat, mulai dari kasus pencemaran nama baik, penculikan, penipuan, penyebaran paham terlarang, hingga jejaring sosial ini dijadikan sebagai media prostitusi. Ironisnya, situs jejaring sosial yang tersedia di masyarakat tersebut ternyata tidak hanya diminati oleh kalangan dewasa saja tetapi juga diminati kalangan anak-anak yang dilihat dari persyaratan usia, belum memenuhi kriteria untuk memiliki akun (account) di jejaring sosial tersebut, yaitu anak-anak di bawah usia 13 tahun. Anak-anak tersebut sebenarnya belum memiliki hak untuk mengakses dan bergabung dalam situs jejaring sosial, karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak yang belum mengetahui bagaimana etika berkomunikasi di dunia maya. Mereka belum mampu memilih pesan-pesan atau tindakan-tindakan yang tepat untuk dilakukan pada jejaring sosial. Melalui jejaring sosial tersebut, mereka terkadang saling memaki, menghina, membuka rahasia pribadi atau orang lain, mengunci password teman dan sebagainya. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila penelitian mengenai internet dan anak-anak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pelecehan dan kekerasan di dunia maya/cyberbullying (Santrock, 2009: 525). Di Indonesia, etika berkomunikasi di dunia maya tertuang dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Bab VII pasal 27 s.d. 32. Di dalam UU tersebut dijelaskan sanksi hukum yang akan diterima oleh pihak-pihak yang melanggar etika berkomunikasi di dunia maya. Beberapa kasus terkait dengan etika berkomunikasi di dunia maya pernah terjadi di Indonesia dan diselesaikan dengan menggunakan UU tersebut. Dikhawatirkan kasus-kasus serupa juga akan menimpa anak-anak usia di bawah 13 tahun jika tanpa mereka sadari tulisan mereka di jejaring sosial dianggap melanggar etika berkomunikasi, dan pihak-pihak yang merasa dirugikan tidak bisa menerima apa yang dilakukan oleh anak-anak tersebut.
     Bebas berbagi dan menuliskan status di sosial media bukan berarti tidak ada batasan dan etika. Walau dari Facebook  ataupun Twitter  sendiri tidak mencantumkan (ataupun bila dicantumkan mungkin kita terlalu malas untuk membacanya) , tetap saja ada etika yang tidak tetulis yang sewajarnya kita jalani dalam bersosial media. Etika ini bertujuan agar kita sebagai pengguna sosial media tidak terkena imbas buruk seperti kejahatan, penipuan dan lain sebagainya. Berikut beberapa tips seputar etika dalam bersosial media :
1.      Batasi membagi informasi seputar kehidupan pribadi. Terlebih yang sangat pirbadi dan sensitif.
2.      Gunakanlah bahasa yang sopan dan mudah mengerti
3.      Tidak berbicara dan membagi konten yang memiliki unsur SARA dan Pornografi
4.      Hargai hasil karya orang lain di media sosial
5.      Hindari memancing emosi pengguna lain di media sosial
6.      Pikirkan baik-baik apa yang hendak kita tulis di media sosial
7.      Hindari untuk menulis di media sosial yang berhubungan dengan privasi
8.      Bijak dalam mencantumkan personal information.


Sumber :



Senin, 22 Juli 2013

IT Forensic

Diposting oleh Riri Kurniasari di 08.29 0 komentar
IT FORENSIC

    Sebelum kita membahas mengenai kasus maupun tools dan software TI forensic, saya akan menjelaskan mengenai apa itu TI forensic.
 IT Forensik adalah cabang dari ilmu komputer tetapi menjurus ke bagian forensik yaitu berkaitan dengan bukti hukum yang ditemukan di komputer dan media penyimpanan digital. Komputer forensik juga dikenal sebagai Digital Forensik yang terdiri dari aplikasi dari ilmu pengetahuan kepada indetifikasi, koleksi, analisa, dan pengujian dari bukti digital.

IT Forensik adalah penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal. IT forensik dapat menjelaskan keadaan artefak digital terkini. Artefak Digital dapat mencakup sistem komputer, media penyimpanan (seperti hard disk atau CD-ROM, dokumen elektronik (misalnya pesan email atau gambar JPEG) atau bahkan paket-paket yang secara berurutan bergerak melalui jaringan. Bidang IT Forensik juga memiliki cabang-cabang di dalamnya seperti firewall forensik, forensik jaringan , database forensik, dan forensik perangkat mobile.

Tujuan IT Forensik
Mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan sistem informasi. Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti (evidence) yang akan digunakan dalam proses hukum.
Mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengakui bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer. Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu :
Komputer fraud : kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer.
Komputer crime: kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum.

Prinsip Forensik 
– Forensik bukan proses Hacking
– Data yang didapat harus dijaga jgn berubah
– Membuat image dari HD / Floppy / USB-Stick / Memory-dump adalah prioritas tanpa merubah isi, kadang digunakan hardware khusus
– Image tsb yang diotak-atik (hacking) dan dianalisis – bukan yang asli
– Data yang sudah terhapus membutuhkan tools khusus untuk merekonstruksi
– Pencarian bukti dengan: tools pencarian teks khusus, atau mencari satu persatu dalam image

Metodologi umum dalam proses pemeriksaan insiden sampai proses hukum:
1. Pengumpulan data/fakta dari sistem komputer (harddisk, usb-stick, log, memory-dump, internet, dll) – termasuk di dalamnya data yang sdh terhapus

2.Mendokumentasikan fakta-fakta yang ditemukan dan menjaga integritas data selama proses forensik dan hukum dengan proteksi fisik, penanganan khusus, pembuatan image, dan menggunakan algoritma HASH untuk pembuktian / verifikasi 

3.Merunut kejadian (chain of events) berdasarkan waktu kejadian

4.Memvalidasi kejadian2 tersebut dengan metode “sebab-akibat”

5.Dokumentasi hasil yang diperoleh dan menyusun laporan

6.Proses hukum (pengajuan delik, proses persidangan, saksi ahli, dll)

4 (EMPAT) ELEMEN KUNCI FORENSIK IT
Terdapat empat elemen Kunci Forensik yang harus diperhatikan berkenaan dengan bukti digital dalam Teknologi Informasi, adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi dalam bukti digital (Identification/Collecting Digital Evidence)
Merupakan tahapan paling awal dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan.

2. Penyimpanan bukti digital (Preserving Digital Evidence)
Bentuk, isi, makna bukti digital hendaknya disimpan dalam tempat yang steril. Untuk benar-benar memastikan tidak ada perubahan-perubahan, hal ini vital untuk diperhatikan. Karena sedikit perubahan saja dalam bukti digital, akan merubah juga hasil penyelidikan. Bukti digital secara alami bersifat sementara (volatile), sehingga keberadaannya jika tidak teliti akan sangat mudah sekali rusak, hilang, berubah, mengalami kecelakaan.

3. Analisa bukti digital (Analizing Digital Evidence)
Barang bukti setelah disimpan, perlu diproses ulang sebelum diserahkan pada pihak yang membutuhkan. Pada proses inilah skema yang diperlukan akan fleksibel sesuai dengan kasus-kasus yang dihadapi. Barang bukti yang telah didapatkan perlu diexplore kembali beberapa poin yang berhubungan dengan tindak pengusutan, antara lain: (a) Siapa yang telah melakukan. (b) Apa yang telah dilakukan (Ex. Penggunaan software apa), (c) Hasil proses apa yang dihasilkan. (d) Waktu melakukan. Setiap bukti yang ditemukan, hendaknya kemudian dilist bukti-bukti potensial apa sajakah yang dapat didokumentasikan.

4. Presentasi bukti digital (Presentation of Digital Evidence).
Kesimpulan akan didapatkan ketika semua tahapan tadi telah dilalui, terlepas dari ukuran obyektifitas yang didapatkan, atau standar kebenaran yang diperoleh, minimal bahan-bahan inilah nanti yang akan dijadikan “modal” untuk ke pengadilan. Proses digital dimana bukti digital akan dipersidangkan, diuji otentifikasi dan dikorelasikan dengan kasus yang ada. Pada tahapan ini menjadi penting, karena disinilah proses-proses yang telah dilakukan sebelumnya akan diurai kebenarannya serta dibuktikan kepada hakim untuk mengungkap data dan informasi kejadian.

Tools dalam Forensik IT
1. antiword
Antiword merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan teks dan gambar dokumen Microsoft Word. Antiword hanya mendukung dokumen yang dibuat oleh MS Word versi 2 dan versi 6 atau yang lebih baru.
2. Autopsy
The Autopsy Forensic Browser merupakan antarmuka grafis untuk tool analisis investigasi diginal perintah baris The Sleuth Kit. Bersama, mereka dapat menganalisis disk dan filesistem Windows dan UNIX (NTFS, FAT, UFS1/2, Ext2/3).
3. binhash
binhash merupakan sebuah program sederhana untuk melakukan hashing terhadap berbagai bagian file ELF dan PE untuk perbandingan. Saat ini ia melakukan hash terhadap segmen header dari bagian header segmen obyek ELF dan bagian segmen header obyekPE.
4. sigtool
sigtcol merupakan tool untuk manajemen signature dan database ClamAV. sigtool dapat digunakan untuk rnenghasilkan checksum MD5, konversi data ke dalam format heksadesimal, menampilkan daftar signature virus dan build/unpack/test/verify database CVD dan skrip update.
5. ChaosReader
ChaosReader merupakan sebuah tool freeware untuk melacak sesi TCP/UDP/… dan mengambil data aplikasi dari log tcpdump. la akan mengambil sesi telnet, file FTP, transfer HTTP (HTML, GIF, JPEG,…), email SMTP, dan sebagainya, dari data yang ditangkap oleh log lalu lintas jaringan. Sebuah file index html akan tercipta yang berisikan link ke seluruh detil sesi, termasuk program replay realtime untuk sesi telnet, rlogin, IRC, X11 atau VNC; dan membuat laporan seperti laporan image dan laporan isi HTTP GET/POST.
6. chkrootkit
chkrootkit merupakan sebuah tool untuk memeriksa tanda-tanda adanya rootkit secara lokal. la akan memeriksa utilitas utama apakah terinfeksi, dan saat ini memeriksa sekitar 60 rootkit dan variasinya.
7. dcfldd
Tool ini mulanya dikembangkan di Department of Defense Computer Forensics Lab (DCFL). Meskipun saat ini Nick Harbour tidak lagi berafiliasi dengan DCFL, ia tetap memelihara tool ini.
8. ddrescue
GNU ddrescue merupakan sebuah tool penyelamat data, la menyalinkan data dari satu file atau device blok (hard disc, cdrom, dsb.) ke yang lain, berusaha keras menyelamatkan data dalam hal kegagalan pembacaan. Ddrescue tidak memotong file output bila tidak diminta. Sehingga setiap kali anda menjalankannya kefile output yang sama, ia berusaha mengisi kekosongan.
9. foremost
Foremost merupakan sebuah tool yang dapat digunakan untuk me-recover file berdasarkan header, footer, atau struktur data file tersebut. la mulanya dikembangkan oleh Jesse Kornblum dan Kris Kendall dari the United States Air Force Office of Special Investigations and The Center for Information Systems Security Studies and Research. Saat ini foremost dipelihara oleh Nick Mikus seorang Peneliti di the Naval Postgraduate School Center for Information Systems Security Studies and Research.
10. gqview
Gqview merupakan sebuah program untuk melihat gambar berbasis GTK la mendukung beragam format gambar, zooming, panning, thumbnails, dan pengurutan gambar.
11. galleta
Galleta merupakan sebuah tool yang ditulis oleh Keith J Jones untuk melakukan analisis forensic terhadap cookie Internet Explorer.
12. Ishw
Ishw (Hardware Lister) merupakan sebuah tool kecil yang memberikan informasi detil mengenai konfigurasi hardware dalam mesin. la dapat melaporkan konfigurasi memori dengan tepat, versi firmware, konfigurasi mainboard, versi dan kecepatan CPU, konfigurasi cache, kecepatan bus, dsb. pada sistem t>MI-capable x86 atau sistem EFI.
13. pasco
Banyak penyelidikan kejahatan komputer membutuhkan rekonstruksi aktivitas Internet tersangka. Karena teknik analisis ini dilakukan secara teratur, Keith menyelidiki struktur data yang ditemukan dalam file aktivitas Internet Explorer (file index.dat). Pasco, yang berasal dari bahasa Latin dan berarti “browse”, dikembangkan untuk menguji isi file cache Internet Explorer. Pasco akan memeriksa informasi dalam file index.dat dan mengeluarkan hasil dalam field delimited sehingga dapat diimpor ke program spreadsheet favorit Anda.
14. scalpel
calpel adalah sebuah tool forensik yang dirancang untuk mengidentifikasikan, mengisolasi dan merecover data dari media komputer selama proses investigasi forensik. Scalpel mencari hard drive, bit-stream image, unallocated space file, atau sembarang file komputer untuk karakteristik, isi atau atribut tertentu, dan menghasilkan laporan mengenai lokasi dan isi artifak yang ditemukan selama proses pencarian elektronik. Scalpel juga menghasilkan (carves) artifak yang ditemukan sebagai file individual.

Prodesur IT Forensik
  1. Prosedur forensik yang umum digunakan, antara lain :Membuat copies dari keseluruhan log data, file, dan lain-lain yang dianggap perlu pada suatu media yang terpisah. Membuat copies secara matematis.Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang dikerjakan.
  2. Bukti yang digunakan dalam IT Forensics berupa :Harddisk.Floopy disk atau media lain yang bersifat removeable.Network system.
  3. Metode/prosedure IT Forensik yang umum digunakan pada komputer ada dua jenis yaitu :
  • Search dan seizure : dimulai dari perumusan suatu rencana.
1. Identifikasi dengan penelitian permasalahan.
2. Membuat hipotesis.
3. Uji hipotesa secara konsep dan empiris.
4. Evaluasi hipotesa berdasarkan hasil pengujian dan pengujian ulang jika hipotesa tersebut jauh dari apa yang diharapkan.
5. Evaluasi hipotesa terhadap dampak yang lain jika hipotesa tersebut dapat diterima.
  • Pencarian informasi (discovery information). Ini dilakukan oleh investigator dan merupakan pencarian bukti tambahan dengan mengendalikan saksi secara langsung maupun tidak langsung.
  1. Membuat copies dari keseluruhan log data, files, dan lain-lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
  2. Membuat fingerprint dari data secara matematis.
  3. Membuat fingerprint dari copies secara otomatis.
  4. Membuat suatu hashes masterlist
  5. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.
sumber :
  • http://capungtempur.blogspot.com/2012/05/it-forensik.html
  • http://fadlyfattah.blogspot.com/2012/03/forensik-it.html
 

Inspiration of future Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos