Kamis, 26 April 2012

Penulisan Makalah " Negeri 5 Menara"

Diposting oleh Riri Kurniasari di 03.27 0 komentar

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicoRnnTPbfqvj8AU0vXqH1P3D1GhZQewxONnexWz-xwrD7_f1ofxVwz7zUxSNteJD8meefq-e4Fb7ZKR27g_n0m7LAdCSvoNhIDbBIb6kHF5oj5IlGdqmObpK1dbKpy9acc0BDfeNilA8m/s200/logo_gunadarma1.jpg

MAKALAH Bahasa Indonesia 2

Negeri 5 Menara

Nama                 : Rizki Kurniasari
Kelas                 : 3KA22
NPM                  : 12109064

 i



UNTUK MELENGKAPI TUGAS BAHASA INDONESIA 2
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkah rahmat petunjuk dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan  Penulisan  Makalah  ini. Shalawat dan salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia sampai akhir jaman.
Adapun Penulisan Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas kedua Bahasa Indonesia (softskill) pada jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma.
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Penulisan Makalah ini, terutama kepada :
1.      Ibu Prof. E. S. Margianti, S.E, M.M, selaku Rektor Universitas Gunadarma.
2.      Bapak Bambang Wahyudi S.Kom, M.SI, selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer
3.      Bapak Dr. Setia Wirawan, SKom, M.SI, selaku Ketua Sistem Informasi.
4.      Bapak Jono Suroyo S.Kom, M.SI, selaku Dosen Bahasa Indonesia 2.
5.      Seluruh keluarga tercinta, yang selalu memberikan dorongan dan doa restu-nya.
6.      Dan Kawan – kawan 3KA22 atas solidaritas dan dukungannya.
Dengan  segala  kerendahan  hati, penulis sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam Penulisan Makalah ini. Oleh  karena  itu  penulis mohon maaf atas kekurangan tersebut. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan Penulisan Makalah ini. Akhir harapan penulis adalah semoga Penulisan Makalah ini dapat bermanfaat, bagi penulis, perkembangan dunia menjaga kesehatan, serta para pembaca Penulisan Makalah ini.
Akhir kata Assallammualaikum Wr Wb.
Bekasi, 20 April 2012

Rizki Kurniasari

ii

Daftar isi

                                                        Halaman
Halaman judul ………………………………………………………………...i
Kata pengantar ……………………………………………………………… ii
Daftar isi ……………………………………………………………………..iii
BAB I  PENDAHULUAN …………………………………………………...1  
1.1  Latar belakang ……………………………………………………1
1.2  Batasan masalah …………………………………………………..1
1.3   Rumusan masalah ………………………………………………....2
1.4   Tujuan …………………………………………………………… 2
1.5   Manfaat …………………………………………………………...2
BAB II  KAJIAN PUSTAKA ………………………………………………....3
2.1.Pengertian novel ……………………………………………………3
2.2.Pengertian penokohan………………………………………………3
BAB III  METODE  PENELITIAN ……………………………………………5
3.1.Subjek penelitian …………………………………………………...5
3.2.Tehnik pengumpulan data…………………………………………....5
3.3.Tehnik analisis data …………………………………………………5
BAB IV  PEMBAHASAN...................................................................................6
4.1.Sinopsis ……….……………………………………………………6
4.2.Penokohan …….…………………………………………………..12
BAB V PENUTUP ……………………………………………………………14
            5.1 Kesimpulan ………………………………………………………..14
            5.2 Saran ……………………………………………………………...14
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………....15

  iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG
Sejak masa reformasi media massa di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Mulai dari media cetak seperti surat kabar dan majalah hingga munculnya saluran-saluran baru radio dan televisi. Dari segi isi dan pemberitaan, media juga dapat dikatakan lebih “berani” dalam mengomentari kebijakan pemerintah atau memberitakan realita di masyarakat.
Sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, Gagasan, semangat dan keyakinan dalam suatu buntuk gambaran kongkrit yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa(Sumarno dan saini,1991:3). Karya sastra yang baik mampu meningkatkan kesan dan para pembacanya dapat larut bersama karya sastra tersebut. Dengan begitu akan menciptakan kepuasan dalam jiwa pembaca. Sehingga kita bisa menggunakan suatu karya sastra sebagai media dakwah, pembelajaran dan lain-lain.
Diantara tiga karya sastra teks naratif, Novel adalah salah satu yang paling banyak di minati oleh pembaca dari anak-anak sampai orang dewasa. Dalam sebuah novel terdapat dua unsur yang penting yaitu unsur intrinsik & ekstrinsik.

Unsur intrinsik di dalamnya terdapat banyak hal, seperti penokohan, latar, alurm dan lain-lain. Penokohan menjadi sesuatu yag sangat penting dalam novel, yang menjadi dasar pengarang dalam mengembangkan karangannya, tapi sering kali pengarang, dalam menggambarkan tokohnya kurang jelas atau kurang di mengerti oleh pembaca. Untuk itu kami menyusun karya tulis ilmiah ini dengan memberi penjelasan lebih mendalam tentang penokohan dalam novel.

 1

1.2    BATASAN MASALAH
Karya tulis ilmiah ini penulis hanya membatasi pada unsur intrinsik saja yaitu tentang Penokohan untuk unsur intrinsik yang lainnya tidak akan di bahas dalam karya tulis ilmiah ini.

1.3    RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang dan batasan masalah tesebut, maka kami dapat membuat rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana penokohan yang ada dalam novel “Negeri 5 Menara”?
2.      Bagaimana penggambaran tokoh dalam novel “Negeri 5 Menara”.

1.4    TUJUAN
Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk :
·         Mendeskripsikan penokohan dalam novel’NEGERI 5 MENARA’
·         Mendeskripsikan cara penulis dalam menggambarkan tokoh dalam novel ‘NEGERI 5 MENERA’.
1.5    MANFAAT
Karya tulis ilmiah ini dapat dimanfaatkan sebagai :
1.      Wacana belajar
2.      Untuk lebih memahami penokohan dalam novel.
3.      Sebagai literatur untuk lebih memahami penokohan dalam sebuah novel.

 2

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1  Pengertian novel
Novel dikarang sebagai suatu yang menggambarkan tentang kejadian sehari-hari di masyarakat, Meskipun kadang-kadang kejadiannya tidak nyata terjadi melainkan imajinasi penulisnya. Tetapi itu merupakan sesuatu yang dapat di pahami oleh pembaca karena tetap menggunakan prinsip yang sama dalam kehidupan sehari-hari.
            Novel adalah suatu karangan yang bersifat cerita dan menceritakan suatu kejadian yang sangat luar biasa dari kehidupan orang-orang yang mengalihkan tujuan nasib mereka. Menurut Virgiana Holf (Lubis,1960:30) Novel adalah suatu kronil penghidupan merenungkan dan melukiskan dalam bentuk tertentu, pengaruh, ikatan, hasil, hancuran atau tercapainya gerak gerik manusia.Menurut H.B Jasin (pada buku tifa menyair dan daerahnya) Novel adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita dan yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari kehudupan orang orang luar yang mengalihkan tujuan nasib mereka.
            Novel menurut bahasa artinya kabar atau pemberitahuan namun menurut istilah adalah bentuk prosa yang ringkas isinya. Lebih terbatas dari pada roman dan lebih panjang dari pada cerpen. Sedangkan sifat-sifat dan perbuatan perilaku-perilaku dalam novel tidak di uraikan secara panjang lebar seperti roman.

2.2  Pengertian penokohan
Menurut james dalam Nurgiantoro(1998,165), Penokohan adalah gambaran yang jelas tentag seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Sedangkan menurut Stanton dalam Semi(1984,31), Penokohan dalam suatu fiksi biasanya mengacu pada tokoh dalam cerita dan kepada pembauran dari minat, keinginan, emosi dan moral yang membentuk individu yang bermain dalam suatu cerita.
Biasanya tokoh cerita bukan hanya 1 atau 2 orang saja bahkan melebihi 3 dan seterusnya. Tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain dan 
3


sering muncul dalam suatu cerita disebut Tokoh utama.Tindakan tokoh cerita merupakan rangkaian peristiwa antara satu kesatuan. Setiap perbuatan atau tindakan tokoh pasti berhubungan dengan tindakan-tindakan atau peristiwa sebelumnya. Tindakan itu selalu kronologis,jadi mengikuti jalannya cerita, sama halnya dengan mengikuti perkembangan tokoh melalui perbuatan atau tindakan-tindakannya.
Menurut Sumardjo dan Saini melukiskan watak tokoh dalam cerita dapat dilihat dari:
Reaksi tokoh terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi.
  1.       . Jalan pikiran pelaku atau tokoh.
  2.       Penggambaran fisik pelaku atau tokoh.
  3.     Keadaan lingkungan sekitar tokoh.
  4.      Melalui ucapan-ucapannya.
  5.      .  Reaksi tokoh pada peristiwa- peristiwa yang tejadi.
                      Berdasarkan ulasan diatas kami menyimpulkan bahwa penokohan adalah pelukisan atau penggambaran tokoh melalaui sifat-sifat dan tingkah laku dalam suatu cerita secara kronologi.

4

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1  Subjek penilitian
Karya ilmiah ini mengambil subjek novel “Negeri 5 Menara”. Novel ini mewakili novel-novel lain yang bertemakan kehidupan seorang anak yang hidup dalam lingkungan pondok pesantren.

3.2  Tehnik Pengumpulan data
Teknik  pengumpulan data yang dipakai dalam karya ilmiah ini adalah “Pengamatan atau Observasi”.

3.3  Tehnik Analisis data
Sedangkan Teknik  analisis data yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah metode “Kuantitatif”.


5

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1.      SINOPSIS
         Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

       Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

      Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

     Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

       Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

6


4.2.      PENOKOHAN
4.2.1        Tokoh Utama
Tokoh utama adalah Tokoh yang menjadi pusat dalam cerita, banyak berhubungan tokoh lain serta tokoh ini sering muncul dalam cerita. Dalam Novel yang berjudul ‘NEGERI 5 MENARA’ ini, tokoh utamanya yaitu :
1.      Alif fikri (Sahibul Menara).

4.2.2        Tokoh Pembantu
Tokoh pembantu ialah yang menjadi pelengkap,Tokoh yang membantu jalannya suatu cerita. Dan dalam novel ‘NEGERI 5 MENARA‘ Tokoh-Tokoh pembantu diantaranya:
·         Raja Lubis (sahabat Alif di PM)
·         Said Jufri (Sahabat Alif di PM)
·         Dulmajid (Sahabat Alif di PM)
·         Baso Salahuddin (Sahabat Alif di PM)
·         Atang (Sahabat Alif di PM)
·         Amak (Ibu Alif)
·         Fikri Syafnir (Ayah Alif)
·         Ust Salman (Wali Kelas Alif pada waktu diPM)
·         Randai (Sahabat Alif diManinjau)
·         Kyai Rais (Pemimpin Pondok Madani)
·         Ust Torik(Guru Alif pada waktu diPM)
·         Ust Kholid (Guru Alif di PM)
·         Ust Faris (Guru Alif di PM)
·         Kak Iskandar (Ketua Asrama Al barq)
·         Randai (Teman Alif di Maninjau)

7

4.3      Analisis Penokohan
4.3.1        Tokoh Protagonis
Tokoh Protagonis yaitu Tokoh berprilaku baik didalam suatu cerita. Didalam novel yang berjudul “NEGERI 5 MENARA“ ini tokoh- tokoh yang termasuk tokoh  protagonis yaitu :
1.      Alif Fikri
Dia adalah pemeran utama dalam novel ini, dia berasal dari Maninjau BUKIT TINGGI, Dia anak yang baik, selalu usaha dalam melakukan sesuatu. Berikut cuplikannya:
“ kalau begitu,kalau kita mau berhasil ujian ini, kita belajar sedikit lebih lama dari kebanyakan teman –teman di Kamp konsentrasi ,“Simpulku.
“ Bismillah ya Tuhan, sudah aku kerahkan segala usaha, sekarang aku serahkan penampilanku kepadamu dengan segala ikhlas,”gumamku.
2.      Raja Lubis
Dia merupakan teman Alif pada waktu di PM,dia anak yang pintar dan memiliki pengetahuan yang luas. Berikut Cuplikannya :
“Untuk menarik perhatian pendengar, selain menggunakan suara yang lantang, ikat meraka dengan matakau, pandang mata mereka dengan lekat,” saran Raja sambil mengarahkan 2 jari kemataku.
“Arti harfiahya Kotak, bukan lemari (tempat pakaian buku dan segala macam yang kita punya.Lemari kecil yang lebih menyerupai kotak,” terang raja yang memiliki banyak informasi dan dengan senang hati berbagi.

8


3.      Baso Salahuddin
Dia adalah teman alif di PM,dia anaknya pendiam , sangat taat terhadap aturan dan mempunyai keinginan untuk menghafal Al-Qur’an . Berikut  kutipan ceritanya :
“melihat yang bukan mukhrim bisa menghilangkan hapalan Al-Qur’an ku”, kata baso dengan suara rendah.
4.      Said Jufri
Dia adalah teman alif di PM, dia anak yang selalu optimis memberikan saran –sarannya . berikut kutipan ceritanya :
“tenang akhi , sebentar lagi kita akan selamat . asrama tinggal 100 m lagi insyaallah tidak akan kena hukum”, kata said dengan sangat optimis.
Said , ”Ya akhi , sebelum keasrama ,kita ke studio foto dulu yuk . kapan lagi tiga orang berkepala shaolin berfoto pakai sarung.” , said memang selalu tau bagaimana mengambil sisi positif dari setiap bencana .
5.      Atang
Dia adalah teman Alif pada waktu di PM, dia anak yang memiliki wajah serius, mudah mengenal seseorang, patuh terhadap aturan dan juga baik. Berikut kutipan ceritanya :
“Eh......kenalkan nama saya Atang,” sambil menyorongkan tangannya, dan buru – buru dia menambahkan , “saya dari Bandung urang sunda,”
“Said, ingat jangan kita menjadi Jasus 2x dalam 2 bulan,” sahut Atang disaat hendak melakukan kesalahan.
“Aku juga tidak punya duit sekarang, tapi aku bisa menjamin tinggal kalian selama diBandung. Pergi ke Bandung 
9

jelas tidak bayar karena naik mobil bapakku, untuk ongkos kembali dari Bandung ke PM aku bisa meminjamkan nanti,” bujuk Atang pada saat ingin mengajak Alif dan Baso.


6.      Dulmajid
Dia adalah teman Alif juga pada waktu di PM, dia anak yang baik, suka bercanda, setia kawan. Berikut kutipan ceritanya :
“ Lif, aku akan menunggumu sampai kamu selesai mengerjakan tugas itu ,” kata Dulmajid
7.      Amak
Beliau merupakan Ibu Alif , yang memiliki sifat jujur, adil sekaligus baik hati. Berikut kutipan ceritanya :
“Bang Ambo ingin berlaku adil , dan keadilan hrus dimulai dari diri sendiri, bahkan anak sendiri. Aturannya siapa yang tak mau praktek menyanyi dapat angka merah,” kata Amak ketika Ayah bertanya, “kok tega memberi angka buruk pada anak.
“Kita disini adalah pendidik. Kalau kayak begini ini bukan mendidik, kemana muka kita disembunyikan dari Allah yang maha melihat.Ambo tak mau ikut bersokongkol dalam ke tidak jujuran ini,” frontal dan pas di ulu hati.
8.      Ayah Alif
Beliau adalah orang yang baik, tidak banyak bicara tapi sekali bicara langsung merasuk di hati. Berikut kutipa ceritanya :
“ Pak anak ambo kelakuanya baik dan NEMnya termasuk paling tinggi di Agam, kami kirim untuk mendalami agama,” ucap ayah pada saat berbicara dengan pak Sutan yang menjengkelkan.
9.       Kyai Rais
Beliau adalah guru besar Alif  pada waktu di PM, Beliau orang yang sangat sabar, berwibawa, dan setiap kata – katanya 
10


enak didengar, merasuk dalm hati dan selalu benar terjadi jika dilaksanakan dengan sungguh – sungguh. Berikut kutipan ceritanya :
            “Mandirilah maka kamu akan jadi orang merdeka dan maju. I’timad Ala Nafsi, bergantung pada diri sendiri, jangan dengan orang lain, cukuplah bantuan Tuhan yang menjdi panutanmu,” Nasihat Kyai Rais.
10.   Kak Iskandar
Dia adalh ketua asrama Al barq, tenpat Alif dengan Sahibul yang lain tidur, dia orang yang tegas dan baik. Berikut kutipannya :
“ Sebelum tidur, kami akan bacakan Qonun, aturan tidak tertulis yng tidak boleh dilanggar. Pelanggaran pasti akan diganjar sesuai dengan kesalahannya dan ganjaran paling berat adalah dipulangkan dari PM selama – lamanya,” katanya dengan serius dan tegas.
     11.  Randai
Dia adalah teman kecil (teman akrab) Alif di Maninjau (dikampungnya), dia anaknya sedikit sombong, tapi dia juga baik. Berikut kutipannya :
“Kmu belum pernah lihat Komputer kan ? nah disini semua murid ikit belajar komputer karena sekolahku baru membuat Lab komputer yang paling modern di kota kita,senagnya” katanya dengan bangga hati.
    12.  Ust Faris
Dia adalah Guru Alif di PM, beliau mengajar Al- Qur’an Hadist,orangnya baik dan selalu memberi nasihat yang baik pula. Berikut kutipannya :


11



“Bacalah Al – Qur’an dan Al Hadist dengan mata hati kalian, resapi dan lihatlah mereka secara menyeluruh, saling berkait menjadi pelita bagi kehidupan kita,” katanya dengan suara Bariton yang sangat terjaga vibranya.
13.  Ust Kholid
Beliau adalah ustad yang sangat berpengalaman, dia juga pernah menuntut ilmu di Kairo, orangnya baik. Brikut kutipannya :
“ Iya sederhanya, kalau kita mewaqafkan tanah jesekolah maka tanah itu berpindah  ketangan sekolah itu selamanya untuk kepentingan sekolah dan umat. Dan saya, karena tidak punya tanah, yang saya waqafkan diri saya sendiri,” kata Ust Khalid.
                14.   Ust Salman
Beliau adalah Wali Kelas Alif di PM, orangnya baik, dan beliau mengajar pelajaran sejarah di PM. Berikut kutipannya :
“ Sejarah bukan seni bernostalgia, tapi sejarah adalah ibrah pelajran yng bisa kita tarik ke masa sekarang, untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
“ Jadi pilihlah suasana hati kalian, dalam situasi paling kacau sekalipun, karena kalianlah master dan penguasa hati kalian. Dan hati yang selalu bisa dikuasai pemiliknya adalah hati orang sukses,” tandasnya dengan mata berkila - kilat.
4.3.2        Tokoh Antagonis
Tokoh Antagonis yaitu tokoh yang biasanya memiliki prilaku yang jelek atau jahat, dalam Novel ini tokoh yang bertidak sebagai tokoh antagonis yakni :
1.      Tyson ( Rajab Suja’i)


12



Dia merupakan orang terhoror (paling di takuti) Alif selama di PM,wajahnya sangat menyeramkan dan mudah marah begitu saja. Berikut kutipannya :
“Hei...... nanti dulu, kalian tetap dihukum, di PM tidak ada kesalahan yang berlangsung tanpa dapat ganjaran ,” hardik si Tyson.
2.      Ust Torik
Dia adalah orang keduayang paling ditakuti setelah Tyson, dia tidak banyak bicara tapi sekali bicara menakutkan. Berikut kutipannya :
“Kamu ngomong apa ??? bicara yang jelas, lihat mata saya,” potongnya , matanya yang dalm mencorong tajam.

 13

 BAB V
                PENUTUP
4.      5.1 KESIMPULAN
                    Novel itu suatu karangan prosa yang bersifat cerita dan yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dar kehidupan orang-orang luar yang mengalihkan tujuan nasib mereka. Dari hasil analisis diatas,dengan diketahui novel tersebut dibangun oleh berbagai macam penokohan yang mempunyai karakter yang berbeda-beda, secara umum penokohan dibagi 2 macam:
1. Tokoh Utama yang diperankan oleh para Sahibul Menara yang terdiri dari Alif, Raja   lubis, Atang, Baso Salahuddin, Said Jufri, Dulmajid.
2. Tokoh Sampingan
Disini dapat terlihat bahwa dalam novel ini pengarang menampilkan penokohan secara Eksplisit yaitu dengan cara langsung (mengganbarkan bentuk lahir) dan secara tidak langsung (menunjukan bagaimana prilakunya).
5.2 SARAN
Adapun saran yang penulis berikan ialah :
1. Diharapkan para pembaca novel ini daengan lebih mengenal dan mengetahui akan penokohan yang ada dalam novel ini.
2. Hendaknya mengambil hikmah dari isi novel ini sebagai salah satu acuan hidup para pemuda Indonesia,untuk menghidupkan masa depan kelak.
3. Hendaknya dapat meneladani sifat tokoh utama para Sahibul Menara dalam kehidupannya.
Dengan adanya pembahasan unsur penokohan dalam novel ini saya berharap akan ada analisis lebih lanjut dengan menggunakan unsur- unsur yang lainnya.

14 

DAFTAR PUSTAKA

Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung : Sinar Baru
Fuadi, Ahmad. 2009. Negeri 5 Menara. Jakarta : Gramedia Pustaka.
Semi, M Atar. 1998. Anatomi Satra. Padang : Angkasa Raya.
Http ://www.scribd.com/doc/24590930/Contoh Karya Tulis  Ilmiah.
Http ://achmadadieb.wordpress.com/2010/07/04/Analisis Penokohan Novel.
.
15













Selasa, 27 Maret 2012

Resensi " Negeri 5 Menara

Diposting oleh Riri Kurniasari di 07.53 0 komentar
Judul                           : Negeri 5 Menara
Penulis                        : Ahmad Fuadi
Penerbit                      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit               : Juli 2009
Tanggal pengunduhan  : 27 Maret 2012
Tema                          : “Perjuangan 6 Murid Pondok Meraih Impian”
Ringkasan                   :
Cerita ini bermula ketika suatu kegundahan yang dialami oleh Alif, bocah dari pinggiran danau maninjau, Sumatera Barat, suatu kampung yang disanalah lahir ulama terkenal, Buya Hamka namanya. Alif bercita-cita ingin menjadi seorang “Habibie” , ahli teknologi yang pernah mengeyam pendidikan di ITB Bandung. Alif sangat ingin merasakan kuliah di ITB, salah satu jalannya adalah masuk ke sekolah umum. Namun, Ibunya menginginkan dia agar menjadi ulama seperti Buya Hamka, maka Ibunya berkehendak agar Alif masuk madrasah. Suatu pergolakan di dalam diri Alif muncul, di satu sisi Alif tidak ingin mengecewakan Ibunya, di satu sisi dia ingin meraih mimpi-mimpinya masuk di ITB. Tiba-tiba Alif mendapatkan pencerahan, dia memutuskan untuk mondok di suatu pesantren di Jawa Timur. Berbekal keyakinan yang kuat dan restu dari Ibunya, Alif berangkat menuju Ponorogo, Jawa Timur bersama Ayahnya. Di perjalanan, mereka naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Sesampainya disana, dia dipertemukan oleh sosok-sosok yang nantinya akan menjadi bagian dari cerita di dalam novel ini. Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa adalah teman-teman seperjuangan Alif ketika nanti dia belajar di Pondok Madani. Mereka itulah yang diceritakan sering berkumpul melepas lelah dibalik menara masjid yang kokoh berdiri. Ditempat itulah mereka menunggu maghrib sambil memandang langit dan menyatakan mimpi-mimpi mereka. Mereka dijuluki sahibul menara. PM mengajarkan ketekunan kepada mereka, dengan pepatah Arab yang ”sakti” dan selalu melekat dikalangan santri ”man jadda wa jada” siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Guru-guru yang tawadhu tetapi ”keren” diceritakan dalam buku ini yaitu Kiai Rais ataupun Ustad Salman yang selalu menjadi inspirasi bagi para santri yang ada di PM. Kehidupan pesantren digambarkan menyenangkan tetapi tetap serius menjalankan kehidupan sehari-hari yang penuh akan kegiatan positif.
 Keunggulan :
1. Novel ini benar-benar memberikan inspirasi bagi siapa saja yang ingin sukses dan berhasil.
2. Memberikan perspektif baru terhadap dunia pesantren berupa penjelasan bahwa pesantren/madrasah tidak hanya diperuntukkan kepada anak-anak yang bermasalah. Tetapi untuk semua kalangan yang ingin belajar, baik dalam ilmu duniawi (non agama) dan ilmu agama. 3. Memberikan motivasi juga buat kita semua. 4. Memberikan keyakinan untuk mewujudkan impian. Setinggi apapun impian kita, kita akan dapat meraihnya jika kita berusaha.
Kelemahan :
1. Ada beberapa kutipan Bahasa Arab yang tidak diterjemahkan.
2. Ada cerita kenangan masa lalu yang seharusnya tidak perlu diceritakan karena tidak penting dan tidak ada kaitan dengan inti cerita.
3. Beberapa bagian menggunakan bahasa yang sedikit sulit untuk dipahami.
4. Tidak dijelaskan secara spesifik sistem pendidikan yang ada di PM, membuat pembaca bingung dengan adanya kelas 6 padahal secara umum sekolah tingkat atas (setara SMA) hanya 3 tahun. Hanya dijelaskan pendidikan di PM ditempuh selama 4 tahun.
5. Alur cerita cepat berubah.
 Pendapat Akhir :
 Novel Menara 5 Negeri ini menunjukkan bahwa sekolah agama tidak sepenuhnya belajar tentang agama, akan tetapi belajar akan kehidupan juga. Selain itu suatu gagasan yang dapat membangun moral diri kita untuk menunjang tinggi tentang agama. Saling mengingatkan satu sama lain, gotong royong, kerja keras, akan membuahkan hasil yang positif.
 Saran :
 1. Beberapa istilah Bahasa Arab yang tidak dijelaskan agar dijelaskan lebih lengkap sehingga pembaca tidak bingung.
 2. Bahasa yang sulit dimengerti agar disederhanakan kembali.
3. Cerita yang tidak ada kaitan agar dihilangkan.
4. Alur cerita lebih konsisten.

Jumat, 30 Desember 2011

Hafalan Shalat Delisa

Diposting oleh Riri Kurniasari di 08.02 0 komentar
Di Aceh, tepatnya Lok Nga, ada sebuah keluarga kecil yang sederhana, terdiri dari abi Usman, ummi Salamah, cut Fatimah, cut Aisyah dan cut Zahra (yang kembar tapi bagaikan bumi dan langit) dan si bungsu Delisa. Delisa yang masih berusia 6 tahun akan ikut ujian hafalan shalat. Jika berhasil, ummi menjanjikan kalung untuknya, berbandul huruf D; D untuk Delisa yang dibeli di toko koh Acan. Abi juga berjanji lewat telepon, karena abi bekerja di perusahan minyak Asing, bagian perbaikan kapal dan hanya pulang tiga bulan sekali, membelikan sepeda baru untuk Delisa. Semangat Delisa kian hari kian besar, selalu berseru 'D untuk Delisa' yan membuat cut Aisyah iri. Ummi Salamah yang bijaksana akhirnya berinisiatif untuk membelikan bandul untuk semuanya, 'A untuk Aisyah; Z untuk Zahra; dan F untuk Fatimah. Hari hari Delisa diwarnai berbagai hal, mengaji di meunasah, belajar sepeda bersama Tiur, dan main sepak bola bersama kawan kawan Umam. *** 24 Desember 2004 itu.!! Delisa bangun dengan semangat. Sholat subuh dengan semangat. Bacaannya nyaris sempurna, kecuali sujud. Bukan tertukar, BUKAN.!! Tapi tiba-tiba Delisa lupa bacaan sujudnya. Empat kali sujud, empat kali Delisa lupa. Delisa mengabaikan fakta itu. Toh nanti pas di sekolah ia punya waktu banyak untuk mengingatnya. Ummi ikut mengantar Delisa. Hari itu sekolah ramai oleh ibu-ibu. Satu persatu anak maju dan tiba giliran Alisa Delisa. Delisa maju, Delisa akan khusuk. Ia ingat dengan cerita Ustad Rahman tentang bagaimana khusyuknya sholat Rasul dan sahabat-sahabatnya. "Kalo orang yang khusuk pikirannya selalu fokus. Pikirannya satu.Nah jadi kalian sholat harus khusuk. Andaikata ada suara ribut di sekitar, tetap khusuk." Delisa pelan menyebut "ta'awudz". Sedikit gemetar membaca "bismillah". Mengangkat tangannya yang sedikit bergetar meski suara dan hatinya pelan-pelan mulai mantap. "Allahu Akbar". Seratus tiga puluh kilometer dari Lhok Nga. Persis ketika Delisa usai bertakbiratul ihram, persis ucapan itu hilang dari mulut Delisa. Persis di tengah lautan luas yang beriak tenang. LANTAI LAUT RETAK SEKETIKA. Dasar bumi terban seketika! Merekah panjang ratusan kilometer. Menggentarkan melihatnya. Bumi menggeliat. Tarian kematian mencuat. Mengirimkan pertanda kelam menakutkan. Gempa menjalar dengan kekuatan dahsyat. Banda Aceh rebah jimpa. Nias lebur seketika. Lhok Nga menyusul. Tepat ketika di ujung kalimat Delisa, tepat ketika Delisa mengucapkan kata "wa-ma-ma-ti", lantai sekolah bergetar hebat. Genteng sekolah berjatuhan. Papan tulis lepas, berdebam menghajar lantai. Tepat ketika Delisa bisa melewati ujian pertama kebolak-baliknya, Lhok Nga bergetar terbolak-balik. Gelas tempat meletakkan bunga segar di atas meja bu guru Nur jatuh. Pecah berserakan di lantai, satu beling menggores lengan Delisa. Menembus bajunya. Delisa mengaduh. Umi dan ibu-ibu berteriak di luar. Anak-anak berhamburan berlarian. Berebutan keluar dari daun pintu. Situasi menjadi panik. Kacau balau. "GEMPAR"! "Innashalati, wanusuki, wa-ma... wa-ma... wa-ma-yah-ya, wa-ma-ma-ti..." Delisa gemetar mengulang bacaannya yang tergantung tadi. Ya Allah, Delisa takut... Delisa gentar sekali. Apalagi lengannya berdarah membasahi baju putihnya. Menyemburat merah. Tapi bukankah kata Ustadz Rahman, sahabat Rasul bahkan tetap tak bergerak saat sholat ketika punggungnya digigit kalajengking? Delisa ingin untuk pertama kalinya ia sholat, untuk pertama kalinya ia bisa membaca bacaan sholat dengan sempurna, Delisa ingin seperti sahabat Rasul. Delisa ingin khusyuk, ya Allah... Gelombang itu menyentuh tembok sekolah. Ujung air menghantam tembok sekolah. Tembok itu rekah seketika. Ibu Guru Nur berteriak panik. Umi yang berdiri di depan pintu kelas menunggui Delisa, berteriak keras ... SUBHANALLAH! Delisa sama sekali tidak mempedulikan apa yang terjadi. Delisa ingin khusyuk. "Allahu-ak-bar" Delisa sujud, belum sempat membaca bacaan sujudnya, tubuh Delisa terpelanting. Gelombang tsunami sempurna sudah membungkusnya. Delisa tetap tak bergeming, berusaha melanjutkan bacaan shalatnya. Namun, ombak tsunami itu sudah terlebih dulu menyeretnya. Delisa berusaha bernapas, ia tak bisa berenang. Pasrah. Ibu guru Nur melepas kerudung sobeknya, mengikat Delisa yang sudah pingsan keatas sebuah papan kecil, diikat sekuat mungkin. Menghela napas, mulai melepas perlahan papan kecil itu, membiarkan papan itu membawa Delisa, menghela napas penuh arti, 'kau harus menyelesaikannya, sayaang.." Ibu guru Nur siap menjemput syahid-nya. *** Seminggu berlalu, Delisa ditemukan salah seorang prajurit marinir AS, prajurit Smith. Prajurit Smith menapat nanar Delisa, ya Allah, bahkan Delisa lebih mengenaskan dari mayat Tiur yang hanya berjarak beberapa meter dari Delisa. Delisa tersangkut disemak belukar yang sedang berbunga, bunganya putih kecil kecil. Indah. *** Delisa sadar, mengerjap-ngerjapkan matanya. Silau. Matanya menatap nanar lampu diatasnya. Menatap ibu ibu disamping ranjangnya, berkata pelan, "di-ma-na.?" Suster Sophi bergegas ke kamar Delisa, tersenyum bersama dokter Eli. Memeriksa keadaan Delisa. Bercerita banyak hal. Delisa tersenyum. Saat Sophi bercerita, ia ingat. Ia keluar sebentar mengambil kertas formulir. Memberikan kepada Delisa. Delisa ingat, kak Fatimah pernah bercerita, kertas itu harus diisi sesuai dengan hoby, cita cita, nama orang tua, warna kesukaan,dan lainnya. Delisa menulis Kak Fatimah, Kak Aisyah dan kak Zahra, ummi, abi(walau yang ditulis ya umi dan abi), Tiur, dan lainnya. (Oh ya, prajurit Smith menjadi mu'alaf dan berganti nama menjadi Salam.) Salam sebenarnya ingin mengadopsi Delisa jika memang sudah tak memiliki orang yang ia sayangi, tapi, itulah manfaat formulir itu,abi datang menemui Delisa. Delisa berseru senang "abii.." Delisa bercerita banyak hal 'abi, gigi..gigi Delisa copot dua bii.. Kaki Delisa dipotong bii... Abiii.. maaf ya bi, Delisa menyesal tak belajar berenang dengan abi." Abi tersentuh. "Oh ya bi, umi mana.?" abi menggeleng, "Kak Fatimah.? kak Aisyah.? kak Zahra.?" bagai panah yang menancap masuk ke dalam hati, abi menggeleng pasrah, "umi belum ditemukan, kak Fatimah, kak Aisyah dan kak Zahra sudah meninggal." Delisa sedih, mendengar kata kematian. Langsung banting setir pembicaraan. 3 minggu Delisa dirawat di Kapal Induk, Delisa diijinkan pulang. Tinggal beberapa saat di tenda darurat. Lalu tinggal di rumahnya yang baru dibangun, sederhana. *** Setiap minggu Delisa ke pemakaman massal, membuat nisan untuk ketiga kakaknya, lalu meletakkan mawar itu. Ia mengadu banyak hal, tentang cokelatnya, tentang kesehariannya, tentang sekolah barunya, pokoknya segala hal. Delisa juga bercerita, bahwa ia belum bisa manghafal hafalan shalatnya,padahal ia selalu berusaha menghafal. Minggu itu Delisa bertemu Umam, Delisa membagi cokelat yang baru diberi suster Sophi. Umam menggigit cokelatnya, abi Umam berlari lari kecil mendekat ke arah mereka. "Umam, ummi ketemu nak. Ayo pulang." Umam pulang meninggalkan Delisa sendiri. Delisa mengutuk semuanya. Semua tidak benar, kata Ibu Guru Nur, Ustad Rahman, Abi, Umi, semuanya salah. Bukankah selama ini Delisa selalu sabar.? sedangkan Umam, Umam sering mengganggu Delisa, melemparinya pasir. Lalu mengapa bukan Delisa yang dapat umminya.? Delisa jatuh, kurknya menimpa kepalanya. *** Delisa benci semuanya, Delisa benci ustad Rahman, Delisa benci ibu guru Nur, semua bohong. Delisa seketika jatuh sakit. Suhu badannya panas sekali. Abi panik, langsung membawa ke rumah sakit darurat.saat tidur tenang, mimpi itu datang. Mimpi terakhirnya. Mimpi yang membuka hatinya. Hati yang sebelumnya benci semuanya, perlahan jatuh menunduk. 'Ya Allah, Delisa jahat.Delisa lebih jahat ketimbang umam. Delisa berani bohongin perintahMu hanya demi seuntai kalung, hanya demi sepada. Delisa menangis. Tidak,sekarang Delisa hanya inginshalat khusyuk untuk mendo'akan ummi, ketiga kakaknya, semuanya. *** Delisa pulang,pulang kerumah. Ada pesta kecil dirumahnya. Banyak manisan, yang beda dari pesta perkawinan hanya uang receh yang dilempar. Salah satu kakak kakak relawan memberi Delisa sebuah Delisa hadiah. Semua bersorak 'Bukaa..bukaa..bukaa.." Delisa segera membukanya, ternyata isinya kaki palsu dari dokter Eli, baru datang tadi pagi. Kakak kakak relawan memasangnya. Delisa senang. Dan mulai saat itu, hafalan shalatnya seperti berbicara kepadanya. Delisa mudah sekali menghafalnya. Sabtu sore, 21 Mei 2005 kak Ubai mengajak Delisa dan kawan kawan pergi ke bukit Lok Nga. Di sana kak Ubai mengajak anak anak menggurat 'ummi' mereka masing masing di atas pasir yang ditaruh di ember plastik. Lalu shalat ashar berjama'ah. Delisa membaca bacaan shalatnya sempurna.! tidak terbolah balik seperti biasa. Delisa menangis menyadari itu. Bahagia. Melanjutkan menggurat wajah ummi. Setelah pukul lima, semua berkemas. Delisa minta ijin mencuci tangan di sungai kecil. Saat membasuh mukanya, ada burung belibis terbang tepat diatas kepala Delisa. Saat mengikuti arah terbang burung Belibis itu, Delisa menangkap sosok tulang putih, semprurna kerangka manusia, ada kalung berbandul huruf D ditangannya, Delisa ingat; D untuk Delisa. Delisa mendekat, Berseru tertahaan, "Ummmmiiiiiii.." Seribu malaikat bertasbih memujiNya. Lantas berputar putarmengelilingi Lok Nga. Kembali ke Arasy-Nya. Urusan ini sudah selesai. daftar pustaka : Liye, Tere. 2010. Hafalan Shalat Delisa. Jakarta: Penerbit Republika. Ulfa, Ummu Mumfaridoh (2010) NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM NOVEL HAFALAN SHALAT DELISA KARYA TERE-LIYE. Skripsi thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta.
 

Inspiration of future Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos